Ayam Rica Mbok Usrek: Kuliner Legendaris di Boyolali yang Terkenal dengan Kepedasannya

Mbok Usrek sendiri berdiri sejak tahun 2003, nama tersebut diambil dari nama kecil sang Istri.

Penulis: Ilham Oktafian
Editor: Ekayana
TRIBUNSOLOWIKI/ILHAM OKTAVIAN
Rica pedas Mbok Usrek di Boyolali 

Laporan Wartawan TribunSoloWiki.com, Ilham Oktafian

TRIBUNSOLOWIKI.COM, BOYOLALI - Ketika menyebut 'Mbok Usrek' warga Boyolali pasti tertuju pada sebuah warung makan dengan menu super pedas.

Sejak puluhan tahun lalu, Mbok Usrek memang terkenal dengan menu legendarisnya, Ayam Rica.

Baca juga: Soto Mbah Har Klaten: Semangkok Hanya Rp 1.000, Sehari Bisa Laku Hingga 300 Porsi

Baca juga: Es Kapal Solo: Kuliner Legendaris yang Sudah Ada Sejak 1972

Namun siapa sangka, pada mulanya warung makan yang berada di Dukuhan, Kelipan, Gagaksipat, Ngemplak, Boyolali ini dibuat bukan untuk menu tersebut.

Saat ditemui TribunSoloWiki.com, Sang pemilik, Wahyono (65) menjelaskan sejarahnya mengapa hal itu terjadi.

Mbok Usrek sendiri berdiri sejak tahun 2003, nama tersebut diambil dari nama kecil sang Istri.

Pada awalnya, warung Makan Mbok Usrek tidak dirancang untuk menu rica.

"Tahun 2003 itu saya dan istri ingin buka warung, menu awalnya soto ayam dan nasi goreng, belum ada ayam rica," katanya, Selasa (27/4/2021).

Setelah setahun berjalan, Wahyo mengaku ingin menjajal menu baru.

"Saya ingin mencoba menu baru yaitu ayam rica seperti di Malang," papar bapak 5 anak itu.

Tak disangka, modal coba coba itu malah berbuah manis.

Warga sekitar yang awalnya hanya mengenal soto ayam dan nasi goreng mendadak tertarik dengan menu ayam rica super pedas.

Daya tariknya tak sembarangan, bahkan menu baru tersebut langsung memenangkan pamor dari menu lain.

Syahdan, gayung pun bersambut.

Sejak tahun 2004 Wahyono dan Istri memutuskan hanya menjual ayam rica super pedas.

"Sejak saat itu warungnya semakin ramai," ungkapnya.

Tak tanggung tanggung, dalam sehari ratusan piring terjual untuk menu ayam rica super pedas.

Dalam sehari Wahyono menghabiskan ratusan kilo daging ayam dengan keuntungan jutaan rupiah perhari.

"Kalau pasnya saya kurang tau dan tidak menghitung hehehe," aku dia terkekeh.

Seiring berjalannya waktu, pembeli tak hanya datang dari warga sekitar, namun meluas ke daerah lain se Soloraya maupun luar kota.

Ikuti kami di
KOMENTAR
386 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved