1 Juni 1946: Hari Perubahan Surakarta Dari Kasunanan Menjadi Kota

Besar harapan Surakarta akan bisa mendapatkan posisi yang sama dengan Yogyakarta yang telah mendapatkan kedudukan sebagai daerah istimewa.

Penulis: Muhammad Irfan Al Amin
Editor: Ekayana
Istimewa
Halaman depan Keraton Surakarta 

Laporan Wartawan TribunSoloWiki.com, Muhammad Irfan Al Amin

TRIBUNSOLOWIKI.COM, SOLO -1 Juni menjadi tanggal bersejarah bagi Kota Surakarta.

Hal tersebut dikarenakan Kota Surakarta yang dahulu berbetuk kerajaan atau kasunanan haru merelakan wilayahnya untuk menjadi bagian dari Provinsi Jawa Tengah Indonesia.

Baca juga: Bukit Sekipan Tawangmangu: Tawarkan Puluhan Spot Selfi dan Wahana Permainan

Baca juga: Wisata Kuliner Galabo Solo Nasibmu Kini, Jaya di Era Jokowi, Isu Kalkulator Rusak Bikin Pembeli Lari

Padahal sebelumnya Kasunanan Surakarta sudah ikut bergabung dan menyatakan diri bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Besar harapan Surakarta akan bisa mendapatkan posisi yang sama dengan Yogyakarta yang telah mendapatkan kedudukan sebagai daerah istimewa.

Namun pergolakan dan revolusi di Surakarta membuat kondisi Kasunanan tidak stabil.

Ditambah lagi Sunan Pakubuwono XI, memimpin di kala usianya masih belia.

Sehingga kerusuhan seperti penculikan dan penyerangan istana tidak dapat dikendalikan.

Kerusuhan ini disebabkan oleh para pemuda revolusioner yang berada di bawah kepemimpinan Tan Malaka yang menolak adanya sistem kerajaan monarki dalam konstitusi Indonesia.

Menurut Anggi Farizqie, peneliti sejarah UGM, para pejuang revolusioner kala itu berpikiran bahwa Kasunanan Surakarta penuh campur tangan Belanda.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved