Bakso dan Mie Ayam Balungan Batu Jamus Sragen, Warung Tak Pernah Sepi Pembeli

Mie ayamnya pun juga spesial, selain ditambah irisan daging sapi, juga menggunakan minyak wijen.

Editor: Ekayana
TRIBUNSOLOWIKI/SEPTIANA AYU LESTARI
Bakso dan mie ayam balungan di Batu Jamus, Sragen, kuliner hits baru di Kabupaten Sragen. 

Laporan Wartawan TribunSoloWiki.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLOTWIKI.COM, SRAGEN - Bagi pecinta kuliner Soloraya, menu bakso dan mie ayam tentunya menjadi jenis makanan yang kerap kali dinikmati.

Salah satu warung bakso mie ayam yang wajib dicoba pecinta kuliner yakni warung yang ada di jalan Batu Jamus, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen.

Baca juga: Roti Widoro: Resep Kerajaan yang Kini Jadi Oleh-Oleh Khas Sukoharjo

Baca juga: Soto Ayam Mbok Sri Boyolali: Jual Soto Hanya Rp 2 Ribu, Ada Kisah Menyentuh Si Pemilik Warung

Warung makan tersebut saat ini tengah populer dan banyak diminati.

Bakso dan mie ayam ini diracik sendiri oleh pemiliknya yakni Pink Anjani dengan resep tersendiri.

"Awalnya kenapa saya ada menu balungan, karena memang belum ada di sekitaran sini (daerah Batu Jamus) yang jualan bakso balungan, mie ayam ditambah daging sapi juga belum ada," katanya, Minggu (27/6/2021).

Tak hanya itu, tekstur baksonya pun juga berbeda dari yang lain.

"Kalau disini baksonya agak kenyal namun empuk, sehingga dikonsumsi orang-orang yang punya asam lambung aman, kan ada bakso yang kenyal tapi keras," ujarnya.

"Kalau kata pelanggan, kuah baksonya itu juga lebih seger," tuturnya.

Mie ayamnya pun juga spesial, selain ditambah irisan daging sapi, juga menggunakan minyak wijen.

"Kami ada mie ayam sapi, jadi biasanya pakai daging ayam, kami pakai daging sapi," katanya.

"Mie ayam saya nggak pakai minyak goreng biasa, saya pakainya minyak wijen, sehingga rasanya itu beda dan pelanggan itu katanya yang bikin ketagihan," tambahnya.

Diakui Pink Anjani, kedua menu andalannya tersebut jadi best seller yang selalu dipesan pelanggannya.

"Kalau mie ayam sapi dan bakso balungan biasanya siang sudah habis, nggak sampai sore habisnya," kata dia.

Padahal kedai yang berada di kawasan perkebunan karet tersebut, baru buka dari pukul 10.30 hingga 19.00 WIB.

Soal rasa tak perlu diragukan, semua proses pembuatan hingga penyajian dilakukan langsung oleh Pink Anjani seorang.

"Semuanya saya yang racik sendiri, saya handle sendiri, termasuk bumbu-bumbu termasuk penggilingan dan pembuatan bakso saya kerjakan semua," paparnya.

"Karena saya ingin memberikan yang terbaik buat pelanggan saya," ucapnya.

Usaha yang dirintis sejak setahun lalu tersebut, semakin hari semakin banyak pembeli yang penasaran ingin merasakan segarnya bakso dan mie ayam racikannya.

"Kalau hari-hari biasa, bisa habis 15-20 kg daging sapi, kalau weekend pas ramai-ramainya bisa habis 1 kwintal daging," terangnya.

"Pas akhir pekan yang datang malah kebanyakan orang dari luar Sragen, Madiun, Magetan, Ngawi, Solo, ada yang dari Purwodadi," papar dia.

"Kalau masyarakat sekitar sini (Batu Jamus) biasanya datang pas hari biasanya, kalau pas sepi," pungkasnya.

Harganya nggak bikin kantong jebol, satu porsi bakso ataupun mie ayam dibanderol mulai dari Rp 7.000 hingga Rp 23.000.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR
402 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved